Juru Selamat Palsu, The Anti Christ atau Al Masih Ad Dajjal

dodiek, 28 May 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI - Channel FE 101 dan Investigasi 101 kembali merilis video teranyar. Kali ini, channel youtube yang memiliki ratusan ribu subscribe menayangkan episode 21A berjudul "Juru Selamat Palsu". Video berdurasi 18 menit tersebut mengungkap fakta-fakta berdasarkan jejak digital video dari berbagai peristiwa maupun komentar tokoh-tokoh, dari Presiden AS hingga Bill Gates, kamis (28/5/2020).

Di awal tayangan, ditampilkan jargon dari Bill Gates yang berbunyi,"Covid itu seperti perang dunia, kecuali satu hal, yang selamat tak akan bisa melupakannya." Arti kalimat tersebut, covid lebih parah dari perang dunia.

Selanjutnya, narator mengatakan, apa yang membuat covid-19 berkembang pesat? karena sebagian besar rakyat percaya apa yang dikatakan media. 6 perusahaan media besar di dunia di miliki 6 perusahaan induk elite global. Mereka menyebar berita, sesuai kepentingan mereka, sementara media-media lokal hamya copas dan terjemahkan saja. 

Masyarakat percaya dan mengikuti irama, seperti segerombolan domba di giring oleh pengembala. Domba-domba berpikir si pengembala yang didanai oleh perusahaan-perusahaan vaksin adalah juru selamat dari virus corona. Domba-domba itu tidak sadar, mereka justru di giring ke tempat penjagalan.

Mau bukti? Dulu sewaktu peristiwa 9/11, media mainstream bilang Irak memproduksi senjata pemusnah massal, dan sarang teroris, sehingga Irak harus di serang, dan Saddam Husein harus di hukum mati. Semua orang percaya, padahal terbukti, Irak tak punya senjata pemusnah massal, yang ada hanya media-media besar internasional, senjata penipu massal. Ini adalah bukti, bagaimana membohongi orang se-dunia, jika anda memiliki media-media besar di dunia.

Dalam suatu mimbar, Presiden AS, Donald Trump mengatakan,"Jelas sekali, perang di Irak itu adalah suatu kesalahan yang sangat besar. Jelas sekali itu adalah suatu kesalahan, George Bush membuat kesalahan. Kita tak seharusnya ada di Irak, kita justru melemahkan stabilitas di timur tengah. Saya mau kasih tahu anda, mereka bohong, mereka bilang ada senjata pemusnah massal, padahal tak ada, dan mereka tahu memang tak ada. Tak ada senjata pemusnah massal."

Memang tak ada senjata pemusnah massal, kali ini, Trump berkata jujur, para elite itu tak peduli menipu orang se-dunia, lewat kaki tangannya, perusahaan-perusahaan besar di dunia. Bagi mereka, ketahuan bohong tidak apa-apa, yang penting tujuan tercapai.

Begitu halnya Osama bin Laden, akibat propaganda media-media elite, semua orang percaya, Osama bin Laden adalah teroris yang meruntuhkan gedung WTC dan Pentagon. Faktanya, keluarga bin Laden adalah "angel investor" Bush, sejak masih jadi Gubernur.

6 bulan sebelum peristiwa 9/11, Milton William "Bill" Cooper, mantan marinir dan aktifis kemanusiaan, memperingatkan rakyat Amerika tentang Osama bin Laden, teroris rekayasa elite global. 

Bill mengatakan,"Apa kalian percaya? apa yang kalian saksikan di CNN hari ini saudara-saudari? Apakah kalian percaya? Konon, kabarnya seorang reporter CNN menemukan Osama bin Laden, dengan membawa awak kamera tv bersamanya, masuk ke tempat persembunyian Osama bin Laden, mewawancarai bin Laden dan pemimpin top organisasinya, para letnan, kolonel, dan jenderal top mereka di persembunyian mereka. Itu adalah reporter CNN dengan awak kamera, dan ia memberitakan pada semua orang bahwa dalam waktu 3 minggu, Osama bin Laden akan menyerang Amerika dan Israel. Apakah kalian tidak melihatnya sebagai suatu keanehan kawan? Sebab organisasi intelijen yang paling canggih di dunia, dengan anggaran terbesar dalam sejarah dunia, telah berusaha mencari Osama bin Laden selama bertahun-tahun, tapi tak dapat menemukannya. Tahu-tahu reporter CNN dan awak kameranya bisa masuk ke tempat persembunyian rahasia Osama bin Laden, dan jika anda percaya, anda adalah salah satu manusia paling tolol yang pernah hidup di muka bumi ini. Apapun yang terjadi, mereka akan salahkan Osama bin Laden, jangan pernah percaya itu! Sampai kapan kalian semua baru sadar?"

Tanggal 5 Nopember 2001 atau 2 bulan setelah peristiwa 9/11, Bill tewas di tembak polisi tepat di depan rumahnya.

Siapakah para elite ini, mereka adalah illuminati, sekte penyembah iblis, Lucifer, Dajjal. Mereka melakukan perjanjian dengan iblis, cara cepat jadi kaya dan berkuasa. Ini sebenarnya ada di setiap budaya di dunia, di Indonesia kita mengenal pesugihan Gunung Kawi dan babi ngepet.

Para elite ini belajar banyak dari peristiwa 9/11, penipuan tersukses di dunia, agar tujuan mereka tercapai. Strateginya adalah menciptakan "musuh bersama" untuk menakut-nakuti rakyat, yaitu problem, reaksi dan solusi. Mereka tampil seolah-olah untuk membela rakyat, juru selamat palsu. Kini mereka tampil dengan wajah baru.

Bill Gates sudah propagandakan virus sejak 2015, di atas panggung ia mengatakan,"Saat risiko terbesar bencana global, bukanlah seperti ini, bencana nuklir, melainkan seperti ini, bencana virus. Jika ada sesuatu yang membunuh lebih dari 10 juta orang dalam beberapa puluh tahun ke depan, kemungkinan besar adalah virus berdaya infeksi tinggi, bukan peperangan."

Bukti-bukti eksistensi illuminati bisa dilihat rekam jejaknya, seperti Prof. Jhon Robinson dari University of Glasgow di tahun 1797 menulis buku berjudul "Konspirasi illuminati menghancurkan agama-agama di seluruh dunia", dan tulisan tangan Presiden AS, George Washington, tentang bahaya illuminati di The Library of Congress. (dodik)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu